Monday, September 29, 2008

BlackBerry Bold Smartphone, Tak Sekedar Untuk Bisnis

Pasar BlackBerry diamati kian luas. Dulu, BlackBerry hanya dikonsepkan sebagai tool bagi para pebisnis dan profesional. Namun, dengan diluncurkannya BlackBerry Bold Smartphone oleh PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) pada hari Rabu lalu, BlackBerry menjadi sesuatu yang fungsinya tak lagi di cakupan urusan bisnis saja. BlackBerry Bold adalah smartphone dalam jajaran teratas Research In Motion (RIM).

BlackBerry Bold diyakini dapat membantu para profesional dalam kegiatan berbisnis namun dapat juga dimanfaatkan secara maksimal dalam waktu senggang selagi berpergian. Dengan fungsi yang makin down to earth, tentu saja handset ini juga dapat dimanfaatkan oleh kalangan artis dan anak muda, bahkan ibu rumah tangga. “Penggunaan handset BlackBerry ini sudah beralih dari sekedar kebutuhan bisnis menjadi ke lifestyle. BlackBerry ini (Bold Smartphone) juga sudah dilengkapi dengan kamera, Wi-Fi connection kemudian juga prosesor dan aplikasi multimedianya lebih advance dari sebelumnya,” ujar Head of Enterprise and Carrier XL, Titus Dondi dalam peluncuran produk ini di Ritz Carlton SCBD Jakarta, Rabu (24/9) lalu.

Dengan built-in GPS dan Wi-Fi, BlackBerry Bold memiliki jaringan kecepatan tinggi dari XL. Prosesor yang lebih cepat ini memungkinkan pengguna mengakses internet dengan lebih cepat, baik untuk email maupun web browsing. BlackBerry Bold juga menawarkan fitur push email dimana pengguna dapat menarik email di desktop kantor dan menerimanya dimana saja secara ontime. BlackBerry Bold juga merupakan generasi pertama BlackBerry dengan menggunakan kamera. Kemampuan kamera sebesar 2 megapixel dilengkapi dengan video recording dan music media player, video dan gambar.

Selain itu, aplikasi BlackBerry Media Sync yang baru memungkinkan para pelanggan secara mudah melakukan sinkronisasi dengan koleksi-koleksi musik digital yang diunduh dari iTunes. Fungsi-fungsi BlackBerry Bold ini dikemas dalam desain yang menarik dari bahan-bahan premium dengan eksterior hitam legam, frame yang terbuat dari chrome dan penutup panel belakang yang terbuat dari kulit hingga monitor LCD dengan resolusi tinggi.

Produk ini dijual dalam jumlah yang terbatas hingga akhir tahun ini. Sekitar 3.500 unit akan dilepas ke pasar, sementara Rabu lalu 300 unit sudah dijual langsung ke para pelanggan yang inden di prioritas atas. BlackBerry Bold dijual dengan harga Rp 8.5 juta per unit yang dilengkapi dengan paket berlangganan layanan BlackBerry Internet Service (BIS) dari XL. Layanan berlangganan ini dikenakan biaya Rp 149.000/bulan untuk pemakaian yang tak terbatas untuk email, browsing, blogging, bahkan chatting.

sumber: kompas

Posted by neo in 17:50:40 | Permalink | Comments (1) »

Saturday, September 27, 2008

80% Pengguna Ponsel Enggan Utak-Atik Fitur

fakta, nih: 80% Pengguna Ponsel Enggan Utak-Atik Fitur, apalagi orang-orang indonesia yang males males hahahaaha


LONDON - Kehadiran ponsel cerdas dengan layanan-layanan baru dan fitur-fitur menarik memang tampak membanjiri pasar. Banyak di antara masyarakat dunia, termasuk Indonesia, berlomba-lomba memperoleh ponsel paling gress di pasar.

Tapi benarkah ponsel tersebut dibeli sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, atau hanya sekadar meningkatkan status sosial?

Lembaga riset internasional, WDSGlobal, seperti dikutip cellular-news, Jumat (26/9/2008), menyebutkan sebanyak 80 persen pengguna ponsel tidak pernah mengeksplorasi ponsel yang mereka miliki.

Dari 500 pengguna ponsel, hanya 20 persen saja yang mengutak-atik untuk mengetahui layanan dan fitur yang ditawarkan ponsel.

“Pengguna kebanyakan hanya membuka ponsel untuk layanan-layanan standar seperti menelepon, SMS, phonebook, alarm, kamera. Sedangkan fitur tambahan mungkin hanya musik, internet dan permainan, tetapi sebenarnya masih banyak lagi layanan yang belum disentuh pengguna ponsel,” kata Vice Presiden WDSGlobal, Doug Overton.

Menurut Overtoon, jarang pengguna yang menambahkan program baru, atau layanan lain. WDSGlobal melakukan penelitian tersebut agar pengguna ponsel dapat lebih mengeksplorasi ponsel yang dimiliki untuk menunjang aktivitasnya. Layanan-layanan seperti e-mail dan Internet browsing merupakan layanan yang wajib diketahui dan digunakan para pengguna.

Selain itu, Overtoon mengatakan, sayang jika layanan yang diberikan operator atau perusahaan pembuat ponsel tidak digunakan secara maksimal.
sumber: http://infohp-id.blogspot.com/2008/09/80-pengguna-ponsel-enggan-utak-atik.html

Posted by neo in 14:53:32 | Permalink | Comments (2)

Akhir 2008, Pengguna Ponsel Dunia Capai 4 Miliar

Jumlah pengguna ponsel dunia diprediksi akan mencapai 4 miliar pada akhir tahun 2008 ini. Kontribusi terbesar berasal dari negara-negara berkembang.

Menurut International Telecommunication Union (ITU) yang dikutip detikINET dari AFP, Sabtu (27/9/2008), pertumbuhan pelanggan seluler mengalami peningkatan yang signifikan sejak pergantian abad.

Namun, ITU menegaskan, bukan berarti empat juta miliar orang tersebut masing-masing memiliki satu ponsel, karena banyak juga yang memiliki ponsel lebih dari satu.

Kontribusi terbesar pelanggan seluler berasal dari negara-negara berkembang yang mempunyai pertumbuhan pengguna ponsel sangat pesat seperti Brasil, Rusia, India dan China.

China tercatat sebagai pasar dengan jumlah pengguna ponsel terbesar di dunia. Hingga pertengahan 2008 saja, jumlah pengguna ponsel di negeri tirai bambu ini mencapai 600 juta. Posisi kedua dipegang India, dengan jumlah pengguna ponsel 296 juta sampai akhir Juli 2008.

sumber: detiknet

Posted by neo in 14:45:25 | Permalink | No Comments »

Friday, September 26, 2008

Pengguna Blackberry Tumbuh Pesat

Pengguna layanan Blackberry di Indonesia tumbuh pesat. Tahun ini pertumbuhannya diperkirakan mencapai 40%.

Menurut Head of Enterprise and Carrier XL, Titus Dondi, BlackBerry telah digunakan oleh 10 ribu pelanggan tahun lalu. Sedangkan hingga saat ini, sudah ada 20 ribu hingga 25 ribu yang berlangganan.

Komposisi dari pengguna layanan Blackberry, 70% berasal dari pasar ritel dan sisanya korporasi. Saat ini, Indosat masih memimpin pasar Blackberry dengan 10 ribu pelanggan, disusul XL 8 ribu pelanggan, dan Telkomsel sekitar 6 ribu pelanggan.

“Tahun ini XL menargetkan bisa meraih 10 ribu pelanggan,” kata Titus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/7/2008).

Blackberry adalah suatu solusi mobile office yang lengkap dan terintegrasi berupa wireless email, global address lookup, wireless calendar syncronization, dan mobile data services secara real time yang memakai jaringan GPRS atau 3G sebagai penghubungnya.

Keunggulan dari layanan yang diusung oleh Research in Motion (RIM) ini jika dibandingkan dengan layanan nirkabel lainnya adalah adanya teknologi push mail yang memungkinkan pelanggan dapat mengakses e-mail tanpa perlu melakukan dial up terlebih dahulu. Singkat kata, pelanggan aplikasi ini dapat menerima email yang masuk ke ponselnya layaknya pesan singkat (SMS) yang masuk setiap saat.

Titus menjelaskan, meningkatnya jumlah pelanggan Blackberry di Indonesia baru terjadi enam bulan belakangan ini. Hal itu karena mulai terbentuknya komunitas pengguna layanan tersebut.

“Selain itu juga adanya penurunan harga handset-nya yang membuat banyak pelanggan tertarik menggunakan layanan tersebut,” katanya sambil menambahkan harga handset Blackberry sekarang berkisar 4-6 juta rupiah.

Pemicu lain adalah adanya paket-paket murah berlangganan dari operator untuk menggunakan Blackberry yang berkisar 200 ribu rupiah. “Jika dihitung rata-rata per bulan dengan jumlah pelanggan sebesar sekarang ada potensi pasar senilai 4 miliar rupiah. Angka itu di luar komunikasi suara dan SMS yang juga digunakan pelanggan Blackberry,” katanya.

Selanjutnya Titus menjelaskan, kendala yang dihadapi oleh operator untuk memasarkan Blackberry saat ini adalah kebijakan dari RIM yang hanya menjual handset Blackberry kepada operator. “Mereka tidak membuka saluran penjualan selain ke operator. Akhirnya kami harus kreatif membuka saluran penjualan sendiri untuk Blackberry,” katanya.

Kebijakan terbaru yang diambil oleh XL ialah menggandeng pemilik gerai Okeshop, untuk memasarkan Blackberry. Okeshop dipilih karena memiliki ratusan outlet. Tahap awal diharapkan ada 15 outlet Okeshop yang memasarkan Blackberry di Jakarta.

sumber: detikinet
http://www.detikinet.com/read/2008/07/09/090342/969140/328/pengguna-blackberry-tumbuh-pesat

Posted by neo in 19:18:14 | Permalink | Comments (1) »

Gaya “Communicator” Makin Merebak

Produk telepon seluler PDA saat ini tengah mengalami tantangan yang berat, bukan hanya makin banyak bermunculan ponsel yang lebih murah, melainkan fungsi ”komputer” yang diharapkan pada saat sedang bergerak juga semakin mendapatkan tekanan dari evolusi notebook.

Merebaknya gaya communicator atau gaya yang menyerupai bentuk telepon seluler (ponsel) Communicator buatan Nokia sebenarnya sudah bisa dirasakan sejak Februari lalu. Pada pameran yang berlangsung dalam Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, tujuh bulan lalu itu memperlihatkan berbagai produk ponsel PDA yang menyerupai bentuk Communicator.

Variasinya bisa bentuk lipat seperti Communicator itu sendiri atau bentuk geser melebar. Pada intinya, bentuk itu menirukan model notebook dalam ukuran yang lebih kecil, bahkan di antaranya ada yang menyebutkan mini notebook dan sepertinya ini sudah merupakan bentuk ideal untuk perangkat ponsel PDA.

Paling tidak selama bulan puasa ini sudah ada empat merek yang memperkenalkan ponsel PDA dengan ”communicator style”. Mulai dari LG yang memperkenalkan KT 610 yang boleh dibilang sebagai mini-communicator lengkap dengan sistem operasi Symbian. Ponsel Korea ini ukurannya memang lebih kecil daripada Communicator, harganya juga lebih murah.

Tidak lama kemudian muncul Mobile Wireless Group (MWg) Sinc II dan belum lama ini HTC dan bahkan tiga hari lalu perusahaan komputer Asus memperkenalkan Asus M930 yang mirip Nokia E90, generasi baru Communicator. Selain itu, juga masih ada merek-merek lain yang memberikan aksen bukaan notebook pada produk PDA.

Asus saat ini juga sudah mengeluarkan versi netbook, sebuah perangkat notebook yang khusus untuk jaringan. Netbook, seperti juga Acer Aspire One, merupakan sebuah notebook kecil yang memiliki karakter seperti PDA sehingga lahirnya netbook sejak Juni lalu sedikit banyak telah memberikan tekanan pada PDA.

Dari berbagai merek ini, salah satu yang akan dibahas adalah ponsel PDA Sinc II dari MWg, sebuah perusahaan OEM yang meneruskan produk O2. Sebagai perusahaan baru memang masih harus berjuang keras untuk dikenal konsumen PDA pada umumnya; sedangkan bagi yang sudah terbiasa dengan O2, produk ini bisa mengobati harapan bagi pemilik O2 yang produknya sudah ketinggalan zaman.

Secara umum memang tidak ada yang spektakuler, kecuali perbaikan dari unjuk kerja produk dibandingkan dengan produk yang keluaran pertama seperti seri Atom. Sentuhan pada Sinc II terasa lebih lembut, tetapi berat yang 185 gram termasuk baterai ini sedikit mengganggu karena kebanyakan produk-produk PDA cenderung semakin ringan.

Sinc II

Pertarungan pada kelas PDA saat ini sebenarnya bukan menyangkut masalah bentuk luarnya saja, melainkan lebih pada sistem operasi yang diam-diam telah terjadi persaingan yang keras, selain Symbian yang lebih dahulu muncul kemudian muncul Windows Mobile, Palm, dan belakangan Android dari Google, serta masih ada beberapa lainnya.

Pada Zinc II ini dibekali dengan sistem operasi terbaru Windows Mobile 6.1 Preffesional. Dengan layar selebar 2,8 inci ini masih menggunakan resolusi QVGA 320 x 240 pixel), selain memiliki slot microSD yang mandiri di sisi luar yang sudah mendukung untuk jenis microSDHC. Jenis memori microSDHC sudah mendukung sampai 16 gigabyte (GB) untuk memori sebesar kuku jari itu dan di pasar Indonesia saat ini sudah tersedia kapasitas 8 GB yang harganya sekitar Rp 200.000.

Sedikit berbeda dengan ponsel PDA lainnya, ponsel ini mampu mengelompokkan SMS sehingga hanya menampilkan catatan komunikasi SMS dengan nomor tertentu. Terkesan seperti terjadi percakapan (tertulis) dengan nomor tertentu tanpa harus mencari SMS yang sudah lama dikirim sebelumnya.

Dengan akses ke jaringan seluler hingga high-speed downlink packet access (HSDPA) membuat PDA ini bisa mengakses jaringan nirkabel broadband hingga 3,6 Mbps (megabit per detik). Dengan jaringan yang bagus, perangkat ini juga mampu melakukan akses ke dunia maya dengan cepat.

Bagi pemilik alamat e-mail di Yahoo ataupun Google akan mendapatkan keuntungan. Format mobile web akan sangat memudahkan bagi mereka yang ingin membuka e-mail mereka dari mana saja berada tanpa harus berlangganan layanan khusus seperti BlackBerry.

Memang bukan push mail seperti pada BlackBerry, tetapi melalui mobile web bisa membuka kapan saja. Sampai saat ini e-mail masih belum menjadi media menyampaikan berita yang sangat urgen, hal yang sifatnya mendesak masih tetap dilakukan melalui komunikasi telepon langsung atau setidaknya SMS.

Ponsel berkamera digital 2 MP ini juga sudah memiliki fungsi penerima sinyal GPS untuk menentukan posisi atau koordinat di permukaan bumi ini. Namun, pengguna masih harus men-download peta digital untuk bisa melihat posisi dengan mudah.

Model sliding melebar ini sekaligus bisa menyembunyikan QWERTY keyboard yang rata. Keyboard yang nyaris tanpa tonjolan ini cukup menyulitkan bagi mereka yang sudah berusia, apalagi dengan warna huruf yang kurang kontras dengan warna dasar tombolnya. Bandingkan misalnya dengan KT610 yang tombol keyboard-nya menonjol dan warnanya sangat kontras lebih mudah dirasakan meski bentuknya lebih kecil. Bentuk tombol keyboard yang menonjol akan memberikan kepastian secara psikologis bagi penggunanya bahwa tombol itu sudah ditekan atau belum.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah bagian kepala dari stylus pen, selama percobaan berlangsung mudah pecah tanpa sengaja dan bukan oleh sebab yang tidak biasa, seperti terbentur atau jatuh. Memang ada kemungkinan posisi kepala stylus pen tidak ditempatkan pada posisi yang tepat. Pecahnya kepala stylus pen ini menyebabkan stylus tidak bisa ditarik keluar. Memang belum jelas apakah ini merupakan kelemahan secara umum atau hanya cacat produk saja.

sumber: kompas
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/19/02020489/gaya.communicator.makin.merebak

Posted by neo in 19:07:20 | Permalink | Comments (2)

BlackBerry Bold Smartphone, Tak Sekedar Untuk Bisnis

JAKARTA, JUMAT - Pasar BlackBerry diamati kian luas. Dulu, BlackBerry hanya dikonsepkan sebagai tool bagi para pebisnis dan profesional. Namun, dengan diluncurkannya BlackBerry Bold Smartphone oleh PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) pada hari Rabu lalu, BlackBerry menjadi sesuatu yang fungsinya tak lagi di cakupan urusan bisnis saja. BlackBerry Bold adalah smartphone dalam jajaran teratas Research In Motion (RIM).

BlackBerry Bold diyakini dapat membantu para profesional dalam kegiatan berbisnis namun dapat juga dimanfaatkan secara maksimal dalam waktu senggang selagi berpergian. Dengan fungsi yang makin down to earth, tentu saja handset ini juga dapat dimanfaatkan oleh kalangan artis dan anak muda, bahkan ibu rumah tangga. “Penggunaan handset BlackBerry ini sudah beralih dari sekedar kebutuhan bisnis menjadi ke lifestyle. BlackBerry ini (Bold Smartphone) juga sudah dilengkapi dengan kamera, Wi-Fi connection kemudian juga prosesor dan aplikasi multimedianya lebih advance dari sebelumnya,” ujar Head of Enterprise and Carrier XL, Titus Dondi dalam peluncuran produk ini di Ritz Carlton SCBD Jakarta, Rabu (24/9) lalu.

Dengan built-in GPS dan Wi-Fi, BlackBerry Bold memiliki jaringan kecepatan tinggi dari XL. Prosesor yang lebih cepat ini memungkinkan pengguna mengakses internet dengan lebih cepat, baik untuk email maupun web browsing. BlackBerry Bold juga menawarkan fitur push email dimana pengguna dapat menarik email di desktop kantor dan menerimanya dimana saja secara ontime. BlackBerry Bold juga merupakan generasi pertama BlackBerry dengan menggunakan kamera. Kemampuan kamera sebesar 2 megapixel dilengkapi dengan video recording dan music media player, video dan gambar.

Selain itu, aplikasi BlackBerry Media Sync yang baru memungkinkan para pelanggan secara mudah melakukan sinkronisasi dengan koleksi-koleksi musik digital yang diunduh dari iTunes. Fungsi-fungsi BlackBerry Bold ini dikemas dalam desain yang menarik dari bahan-bahan premium dengan eksterior hitam legam, frame yang terbuat dari chrome dan penutup panel belakang yang terbuat dari kulit hingga monitor LCD dengan resolusi tinggi.

Produk ini dijual dalam jumlah yang terbatas hingga akhir tahun ini. Sekitar 3.500 unit akan dilepas ke pasar, sementara Rabu lalu 300 unit sudah dijual langsung ke para pelanggan yang inden di prioritas atas. BlackBerry Bold dijual dengan harga Rp 8.5 juta per unit yang dilengkapi dengan paket berlangganan layanan BlackBerry Internet Service (BIS) dari XL. Layanan berlangganan ini dikenakan biaya Rp 149.000/bulan untuk pemakaian yang tak terbatas untuk email, browsing, blogging, bahkan chatting.

sumber: kompas

http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/09/26/09392494/blackberry.bold.smartphone.tak.sekedar.untuk.bisnis.

Posted by neo in 19:05:00 | Permalink | No Comments »

Soal Keamanan, Pengguna BlackBerry Ceroboh

Lebih dari sepertiga ponsel BlackBerry bekas yang dijual di pasar ternyata masih menyimpan data-data rahasia, termasuk data perusahaan. Pengguna BlackBerry tampaknya ceroboh karena tidak menghapus data itu sebelum dijual.

Dari 160 ponsel pintar BlackBerry yang disurvei British Telecom, ternyata di dalamnya masih banyak tersimpan data rekening bank, data hasil rapat dewan dan data keuangan.

Bahkan dengan menggunakan tools tertentu, 43 persen dari BlackBerry bekas tersebut bisa ditemukan informasi siapa pemilik ponsel sebelumnya atau perusahaan tempat ia bekerja.

Tentu saja jika ponsel pintar tersebut jatuh ke tangan orang yang salah, akan berisiko bagi perusahaan jika sampai data-datanya terekspos.

Sebagai contoh, peneliti berhasil mengungkap data dari sebuah Blackberry bekas yang sebelumnya dipakai oleh direktur penjualan sebuah perusahaan Jepang ternama. Mereka dapat memperoleh kembali call history, catatan harian dan pesan. Di antara informasi tersebut bahkan bisa dibaca rencana perusahaan untuk periode selanjutnya.

“Sulit dimengerti mengapa perusahaan tidak mengambil tindakan pencegahan ketika ‘membuang’ perangkat itu”, kata Andy Jones, pimpinan riset keamanan informasi di British Telecom, yang dikutip detikINET dari Vnunet, Jumat (26/9/2008).

Jones menganjurkan agar perusahaan memastikan prosedur yang aman untuk menghancurkan data apapun sebelum perangkat tersebut dijual atau didonasikan ke pihak lain.

sumber: detikinet

Posted by neo in 18:52:00 | Permalink | Comments (1) »

Push Technology VS Pull Technology

Dalam dunia komputer dan Internet, istilah Push technology merupakan sesuatu yang begitu fenomenal, diawali ketika Micosoft membuat fasilitas Active Desktop yang dijejalkan pada produk Windows98 pada tahun 1997 yang lalu dimana pada layar desktop Windows 98 kita dapat menghadirkan sebuah halaman web berita secara live tanpa harus terlebih dahulu kita akses, jadi isi informasi ‘didorong’ atau di-push oleh penyedia informasi kehadapan kita tanpa harus kita ‘tarik’ (pull) seperti halnya pada saat kita browsing/surfing di Internet. Namun jauh sebelum teknologi informasi dan komputer hadir seperti sekarang ini, teknologi push atau ‘dorong’ ini sebenarnya sudah lama hadir di hadapan kita, sebut saja seperti televisi dan radio dimana konten atau isi yang dihadirkan oleh stasiun televisi dan radio ‘didorong’ datang ke hadapan kita. Jadi sebenarnya konsep dari teknologi Push bukanlah sesuatu hal yang baru.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju membuat penggunanya dimanjakan, terlebih ketika hadirnya teknologi RSS (Realy Simple Syndicate), sebuah teknologi sindikasi dimana kita bisa memilih dan memilah berita atau isi situs web sesuai dengan yang kita inginkan dan selanjutnya dengan aplikasi pembaca RSS (RSS Reader) berita tersebut masuk kedalam perangkat yang kita miliki tanpa harus melakukan browsing. Sungguh sebuah abad dimana manusia kini bisa mendapatkan surat kabar pribadi yang benar-benar “dicetak” hanya untuk dirinya karena memang isinya telah dipilih sesuai dengan apa yang dikehendakinya, sehingga apa yang telah dimimpikan oleh Nicholas Negroponte dalam bukunya Being Digital, yakni keberadaan sebuah surat kabar “The Daily Me” kini benar-benar telah terwujud. Ini merupakan sebuah contoh nyata bagaimana teknologi push dapat begitu bermanfaat bagi penggunanya, sehingga kita tidak usah berlama-lama menghabiskan waktu untuk memeriksa sebuah situs favorit, karena begitu ada berita terbaru maka aplikasi RSS Reader akan menghadirkannya untuk kita.

Teknologi push juga merambah e-mail, dimana jika untuk bisa membaca email kita harus menarik e-mail terlebih dahulu dari mailbox atau mebuka webmail yang kita miliki, maka dengan adanya teknologi push-mail kita tidak harus memeriksa dan menarik e-mail terlebih dahulu karena e-mail yang masuk akan langsung ‘nyelonong’ ke perangkat yang kita miliki, entah itu smartphone, PDA ataupun komputer, yang tentu telah dilengkapi dengan layanan push-mail tersebut.

Adalah Research In Motion (RIM) perusahaan asal Kanada yang pertama kali menawarkan layanan ini melalui produknya yang diberi nama Blackberry, dengannya, e-mail yang masuk ke inbox kita akan langsung diteruskan ke perangkat Blackberry yang kita miliki dan langsung memberikan notifikasi layaknya SMS pada ponsel. Perangkat kecil yang awalnya mirip sebuah perangkat penyeranta (pager) yang dilengkapi keyboard mini ini begitu populer di Amerika. kini perangkat Blackberry semakin canggih dan sakti dengan dijejalkannya berbagai fungsi kedalamnya, bukan saja sebagai penerima e-mail namun Blackberry saat ini telah menjadi sebuah produk konvergensi digital yang begitu inovatif dengan menanamkan berbagai fitur seperti ponsel lengkap dengan koneksi Instant Messaging, Web browser, infra merah, bluetooth, 3G, EDGE atau GPRS, kamera digital, GPS (Global Positioning System), Pemutar musik dan video seperti layakanya produk smartphone atau PDA pada umumnya.

Jika pada awal-awalnya layanan push-mail ini hanya dapat diakses oleh perangkat Blackberry namun belakangan perusahaan RIM mencoba untuk berkolaborasi dengan berbagai perusahaan selular di seluruh dunia untuk menawarkan layanan push-mail ini, tidak ketinggalan dengan dua operator seluler di Indonesia yakni Excelcomindo dan Indosat, sehingga untuk bisa menikmati layanan ini pelanggan operator tersebut tidak harus menggunakan perangkat Blackberry namun dapat juga menggunakan perangkat lain seperti Smartphone atau PDA Phone merek type tertentu.

Jadi jelaslah bahwa dengan hadirnya teknologi push ini, telah banyak merubah manusia dalam memanajemen dan mengefisienkan waktu, namun janganlah salah, bahwa begitu mudahnya berita dan e-mail “nyelonong” kehadapan kita jangan sampai aktivitas kita yang lain malah terusik dengan kehadiran push technology ini, alih-alih memanagement waktu malah kita disibukkan untuk membaca berita atau membalas e-mail yang masuk. Semuanya tergantung dari bagaimana kita memanfaatkannya.[OQ]

Posted by neo in 18:45:06 | Permalink | Comments (1) »

Smartphone 3G HSDPA Stylish Berteknologi Terkini sebagai Solusi Tepat untuk Dukung Produktivitas On the Go

HP luncurkan smartphone 3G HSDPA terbarunya, iPAQ 912 Series Business Messenger, yang dirancang untuk mendukung aktivitas para profesional ataupun pengguna dari berbagai kalangan yang memiliki mobilitas tinggi namun tetap ingin terkoneksi dengan sumber-sumber data atau informasi yang diperlukan guna mendukung dan memaksimalkan produktivitasnya. Untuk program pemasaran di Indonesia, HP menggandeng XL sebagai penyedia koneksi internet dan PT. Infinys System Indonesia sebagai penyedia aplikasi PUSH untuk host email.

HP iPAQ 912 Series Business Messenger hadir memikat berkat tampilan yang menawan dari smartphone berdesain stylish dan berwarna hitam piano glossy, serta dukungan keyboard QWERTY yang telah menyatu, sistem operasi Microsoft Windows Mobile 6.1 Professional dan teknologi nirkabel terkini.Perpaduan pesona tampilan dan dukungan teknologi adalah untuk memperingkas kompleksitas bisnis dan kehidupan personal penggunanya.

HP iPAQ 912 Series menawarkan komunikasi suara dan mobile email serta mendukung aplikasi-aplikasi bisnis penting. Produk ini menggunakan teknologi nirkabel triband UMTS/HSDPA dan quad-band GSM/GPRS/EDGE yang memungkinkan penggunanya melakukan panggilan dan mengakses internet dengan cepat diseluruh dunia; sementara itu teknologi nirkabel BluetoothTM dan Wi-Fi terintegrasinya akan mempermudah konektivitas.

“Kebutuhan akan adanya perangkat smartphone yang semakin canggih dan lengkap fungsi-fungsinya saat ini semakin meningkat. Hal tersebut seiring dengan bertambahnya jumlah pekerja ataupun para profesional yang memiliki mobilitas tinggi,” ujar Martin Wibisono, Country Business Director, Personal Systems Group, HP Indonesia. “HP benar-benar mendengarkan sekaligus menggunakan masukan-masukan yang telah disampaikan oleh para pelanggan untuk mengembangkan berbagai perangkat yang tidak hanya menyediakan konektivitas, tools untuk produktivitas dan navigasi GPS, namun juga mampu mendukung aplikasi-aplikasi bisnis yang diperlukan oleh para profesional agar mereka tetap terkoneksi pada saat melakukan aktivitas di luar kantor atau di luar rumah.”    

HP iPAQ 912 Series menggunakan sistem operasi Microsoft Windows Mobile 6.1 Professional untuk mendukung pengaksesan aplikasi-aplikasi familiar untuk menunjang produktivitasnya, serta memperkaya pengalaman komunikasi bergerak bagi penggunanya melalui kemampuan browsing dan bertukar pesan secara tertulis lewat internet, sistem nirkabel dan email yang lebih praktis, serta tingkat keamanan yang kian meningkat.   

HP iPAQ 912 Series ini dilengkapi dengan thumb keyboard QWERTY alfanumerik untuk mempercepat pengetikan, monitor berteknologi layar sentuh dan putaran navigasi 5 arah untuk memudahkan pengguna dalam melakukan navigasi dengan menggunakan satu tangan melalui menu dan e-mail. Sementara itu, fitur-fitur Cyberon Voice Commander dan HP Voice Reply  yang sudah terpasang memungkinkan dilakukannya hands-free emailing dan beragam perintah lainnya.

Melalui GPS yang terpasang di dalam perangkat yang dapat dibawa kemanapun ini, pengguna dapat dengan mudah melakukan navigasi ke segala arah tujuan di setiap waktu. HP iPAQ 912 Series juga dilengkapi dengan software Microsoft Internet Sharing yang dapat menyederhanakan koneksi internet melalui notebook PC di tempat-tempat yang telah menyediakan jaringan selular berkecepatan tinggi.

Sebagai tambahan untuk aplikasi entertainment terkini dari Windows Mobile 6.1, HP iPAQ 912 juga dilengkapi dengan kamera 3-mega pixel serta kemampuan mengirimkan gambar secara cepat ke penyedia layanan foto online Snapfish.

Tommy Hartono, Account Technology Specialist PT Microsoft Indonesia mengatakan: “Kerjasama ini menunjukan kesempatan yang ideal untuk kedua belah pihak, HP dan Microsoft, untuk lebih lagi meruntuhkan keterbatasan teknologi dan membuat perbedaan dalam hidup keseharian. HP iPAQ 912 menawarkan solusi yang dapat di sesuaikan dengan setiap individual, yang artinya Anda dapat lebih meningkatkan pengalaman mobilitas Anda sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda.”

HP iPAQ 912 Series juga mendukung HP Enterprise Mobility Suite, solusi manajemen perangkat bergerak dari HP yang memungkinkan kemudahan pengaturan secara nirkabel. Bagi perusahaan-perusahaan, solusi tersebut bermanfaat untuk melakukan pengelolaan dari jauh, membantu mengamankan dan mendukung mobile devices guna memaksimalkan kinerja perangkat dan memudahkan akses  terhadap aplikasi, data dan jaringan.

HP iPAQ 912 Series Business Messenger akan tersedia di Indonesia mulai 18 September 2008. Untuk memberikan layanan optimal kepada para pelanggannya, HP menggandeng XL - salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang telah memiliki jaringan serat optik yang luas dan memberikan layanan telekomunikasi berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia.

Khusus untuk pembelian HP iPAQ 912 Series Mobile Messenger, XL menghadirkan program berupa penyediaan layanan 3G-HSDPA Broadband Internet gratis selama 1 tahun dengan kuota 250MB per bulan. Pelanggan juga akan memperoleh nomor cantik senilai Rp.2 juta secara gratis dan secara langsung dapat menikmati fitur pascabayar XL berupa Free Talk dari jam 8 malam hingga jam 8 pagi di hari biasa dan 24 jam penuh selama akhir pekan.

HP juga bekerjasama dengan PT Infinys System Indonesia sebagai penyedia aplikasi PUSH yang mengadopsi Teknologi Microsoft Exchange Server 2007 yang memungkinkan pengguna menghosting e-mail dan menikmati fitur-fitur dari exchange server 2007. Aplikasi PUSH yang menggunakan Direct Push Technology dari Microsoft memudahkan pengguna iPAQ 912 Series Mobile Messenger dalam mengakses email, semudah mereka menerima SMS, secara real time dan aman. Attachment yang menyertai email dapat langsung dibuka tanpa harus melakukan kompresi terlebih dahulu.

“Aplikasi PUSH tidak hanya menghadirkan layanan untuk mendukung aktivitas komunikasi data menggunakan email, namun juga untuk sinkronisasi contact, share kalender dan mendelegasikan tugas-tugas,” ujar Louis Larry, Direktur PT Infinys System Indonesia. “Kami akan memberikan satu bulan free-trial bagi para pelanggan yang membeli iPAQ 912 Series. Fitur movie application yang akan kami sertakan juga memungkinkan mereka untuk mendapatkan informasi mengenai sinopsis film-film maupun jadwal pemutarannya di seluruh bioskop di Indonesia. Fitur remote wipe juga akan memberikan proteksi data bagi pengguna apabila perangkatnya hilang atau tercuri. Cukup dengan menghapus data melalui pengaksesan OWA (Outlook Web Access) maka data-data penting dan personal dapat dihapus dari jarak jauh.”

Pengguna HP iPAQ 912 series juga tidak perlu menggunakan kabel dan PC ketika hendak melakukan sinkronisasi data, cukup dengan ketersediaan koneksi internet maka sinkroninasi dapat dilakukan. Informasi lebih lanjut mengenai aplikasi PUSH dapat diperoleh melalui situs www.push.mobi atau Call Center PUSH +62.21 515 2500.

Harga termasuk paket dari XL dan free trial aplikasi PUSH 1 bulan, plus memori tambahan 1GB: Rp.5,9 juta.  

Posted by neo in 15:36:13 | Permalink | Comments (1) »

Nokia Kini Gunakan Email Microsoft

Produsen ponsel terbesar dunia, Nokia mengumumkan penggunaan solusi e-mail Exchange ActiveSync produksi Microsoft Corp pada 43 jenis ponsel Nokia. Kerja sama ini menarik karena Nokia dan Microsoft adalah dua perusahaan yang bersaing sengit di industri smartphone. Nokia menjadi pesaing Microsoft di industri smartphone karena smartphone Nokia menggunakan sistem operasi Symbian, miliki Nokia sendiri.

Pada industri yang sama, Microsoft memang tidak memproduksi smartphone. Namun, Microsoft menjual sistem operasi Windows Mobile dan smartphone Nokia tidak pernah menggunakan Windows Mobile.Nokia mengungkapkan, kerja sama ini dijalin untuk memudahkan pengguna ponsel Nokia mengakses e-mail.

Nokia menyatakan, kerja sama ini memungkinkan sekira 80 juta pengguna ponsel Nokia di dunia mengakses e-mail korporat yang dijalankan pada Exchange Server.

“Kerja sama Nokia dengan Microsoft untuk menyajikan solusi e-mail bisnis menyajikan penawaran tiada banding kepada para profesional.Dengan kerja sama ini, pengguna infrastruktur Microsoft Exchange bisa mengakses e-mail bergerak secara lebih murah,” tutur Executive Vice President Market Nokia Corp Anssi Vanjoki.

Nokia menjelaskan, ponsel-ponsel Nokia yang mampu menjalankan Exchange ActiveSync adalah ponsel E Series, N Series, serta ponsel-ponsel yang menggunakan software Nokia S60 3rd Edition. Dari lini E-Series adalah ponsel Nokia E71, Nokia E66, Nokia E90 Communicator, Nokia E70, Nokia E65, Nokia E62, Nokia E61i, Nokia E61, Nokia E60, Nokia E51,dan Nokia E50.

Adapun dari ini N Series adalah Nokia N96, Nokia N85, Nokia N79, Nokia N95 8GB, Nokia N95, Nokia N82, Nokia N81 8GB, Nokia N81, Nokia N78, Nokia N77, Nokia N76, Nokia N75, Nokia N73, Nokia N93, Nokia N93i, Nokia N80, Nokia N91, Nokia N92, dan Nokia N71.

Adapun ponsel Nokia S60 3rd Edition yang mendukung Exchange ActiveSync adalah Nokia 3250, Nokia 5500, Nokia 6290, Nokia 6110 Navigator, Nokia 6120 classic, Nokia 6121 classic, Nokia 6122 classic, Nokia 6124, Nokia 6650 fold, Nokia 5320 XpressMusic, Nokia 5700 XpressMusic, Nokia 6210 Navigator, dan Nokia 6220 classic.

Firma riset Gartner Inc memaparkan, Symbian masih menguasai pangsa terbesar di pasar smartphone global yakni 57,1 persen pada kuartal kedua 2008. Namun, pangsa pasar Symbian ternyata turun. Pada kuartal kedua 2007, Symbian menguasai pangsa 65,6 persen. Gartner menganalisis, kinerja penjualan Symbian melemah akibat penurunan penjualan smartphone bersistem operasi Symbian.

Gartner memperingatkan, Symbian menghadapi persaingan semakin sengit di pasar smartphone karena pesaing menjadi semakin banyak dan inovatif. Sistem operasi Research In Motion (RIM), yang digunakan smartphone BlackBerry, menempati posisi terbesar kedua. RIM pun mampu meraih pertumbuhan tertinggi, yakni 126,4 persen.

Posted by neo in 14:24:00 | Permalink | Comments (1) »